Wednesday, October 24, 2018

Refleksi Pertemuan 1


Pertemuan pertama Pak Marsigit terlambat masuk. Pukul 07.50 WIB beliau masuk kelas. Posisi tempat duduk diminta melingkar. Diawali dengan salam. Membaca Istighfar 5 kali, Al-Fatihah 1 kali dan Al-Ikhlas 3 kali. Pak Marsigit mulai berkenalan dengan para mahasiswa. Mahasiswa diminta merekam pertemuan ini. Membuka google, mencari nama marsigit dipencarian google. Membuka wikipedia Marsigit, kemudian melihat lokasi rumah Pak Marsigit di map. Beliau mengatakan hal itu menandakan Pak Marsigit benar-benar ada, nyata. Mahasiswa diminta membuka youtube dan mencari video berjudul rembulan kekalang UNY, kemudian mahasiswa disuruh melihat isi video tersebut. Melihat-lihat bagian tertentu dari video tersebut, dimana di bagian itu terdapat peran Bapak Marsigit sebagai raja. Selanjutnya memasuki pembicaraan tentang filsafat. Belajar filsafat bisa dari mana saja, contohnya dari video ketoprak kekalang rembulan UNY tadi. Didalam video ketoprak ada tarian, politik, seni rupa, suara dan seterusnya. Membahas sisi-sisi kebaikan dan keburukan pada video tersebut. Dalam filsafat, diriku ya diriku, dan dirimu ya dirimu. Belajar filsafat harus banyak membaca. Filsafat itu semuanya. Seperti halnya dunia, filsafat ilmu diapapun bisa. Dunia kaca mata, filsafat kaca mata. Dunia handphone, filsafat handphone. Dunia cincin, filsafat cincin. Filsafat perempuan, filsafat laki-laki, filsafat anak, filsafat orang tua, filsafat ilmu, filsafat matematika, dan lain sebagainya. Pak Marsigit ngatakan “Filsafat itu dirimu, sah-sah saja. Tapi, karena kamu kuliah ikut saya, ya berfilsafat kepada saya. Sebenar-benar filsafat adalah pikiran, adalah pola pikir, maka jika ingin belajar pada saya belajarlah pikiran saya”. Filsafat itu semua bisa menjadi referensi, maka sekecil, setidak penting apapun bisa menjadi awal ilmu filsafat. Jadi, indicator orang berfilsafat adalah jikalau Anda mampu memikirkan hal yang kecil. Sesuatu yang sepele bisa menjadi filsafat. Belajar filsafat itu adalah tata cara. Salah satu adabnya ialah sebelum kamu mengembarakan pikiranmu itu tinggi bak layangan, kamu niatkanlah doanya, kau kuatkanlah akidahnya, kau kuatkanlah imannya. Kalau kamu berpikir, kemudian pikiranmu menggoyahkan imanmu, akidahmu, stop, jangan diteruskan, tidak ada gunanya. Kita harus punya prinsip, setinggi-tinggi pikiranku semata-mata untuk membangun keyakinanku. Ini penting, agar kedepannya tidak salah jalan. 

No comments:

Post a Comment

MAKALAH FILSAFAT

FILSAFAT PENDIDIKAN MATEMATIKA Oleh: HASMIWATI 18709251023 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA PROGRAM PA...