Pertemuan
pertama Pak Marsigit terlambat masuk. Pukul 07.50 WIB beliau masuk kelas. Posisi
tempat duduk diminta melingkar. Diawali dengan salam. Membaca Istighfar 5 kali,
Al-Fatihah 1 kali dan Al-Ikhlas 3 kali. Pak Marsigit mulai berkenalan dengan para
mahasiswa. Mahasiswa diminta merekam pertemuan ini. Membuka google, mencari
nama marsigit dipencarian google. Membuka wikipedia Marsigit, kemudian melihat
lokasi rumah Pak Marsigit di map. Beliau mengatakan hal itu menandakan Pak
Marsigit benar-benar ada, nyata. Mahasiswa diminta membuka youtube dan mencari
video berjudul rembulan kekalang UNY, kemudian mahasiswa disuruh melihat isi
video tersebut. Melihat-lihat bagian tertentu dari video tersebut, dimana di
bagian itu terdapat peran Bapak Marsigit sebagai raja. Selanjutnya memasuki
pembicaraan tentang filsafat. Belajar filsafat bisa dari mana saja, contohnya
dari video ketoprak kekalang rembulan UNY tadi. Didalam video ketoprak ada
tarian, politik, seni rupa, suara dan seterusnya. Membahas sisi-sisi kebaikan
dan keburukan pada video tersebut. Dalam filsafat, diriku ya diriku, dan dirimu
ya dirimu. Belajar filsafat harus banyak membaca. Filsafat itu semuanya.
Seperti halnya dunia, filsafat ilmu diapapun bisa. Dunia kaca mata, filsafat
kaca mata. Dunia handphone, filsafat handphone. Dunia cincin, filsafat cincin. Filsafat
perempuan, filsafat laki-laki, filsafat anak, filsafat orang tua, filsafat
ilmu, filsafat matematika, dan lain sebagainya. Pak Marsigit ngatakan “Filsafat
itu dirimu, sah-sah saja. Tapi, karena kamu kuliah ikut saya, ya berfilsafat
kepada saya. Sebenar-benar filsafat adalah pikiran, adalah pola pikir, maka
jika ingin belajar pada saya belajarlah pikiran saya”. Filsafat itu semua bisa
menjadi referensi, maka sekecil, setidak penting apapun bisa menjadi awal ilmu filsafat.
Jadi, indicator orang berfilsafat adalah jikalau Anda mampu memikirkan hal yang
kecil. Sesuatu yang sepele bisa menjadi filsafat. Belajar filsafat itu adalah tata cara. Salah satu adabnya ialah sebelum kamu mengembarakan pikiranmu itu tinggi bak layangan, kamu niatkanlah doanya, kau kuatkanlah akidahnya, kau kuatkanlah imannya. Kalau kamu berpikir, kemudian pikiranmu menggoyahkan imanmu, akidahmu, stop, jangan diteruskan, tidak ada gunanya. Kita harus punya prinsip, setinggi-tinggi pikiranku semata-mata untuk membangun keyakinanku. Ini penting, agar kedepannya tidak salah jalan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
MAKALAH FILSAFAT
FILSAFAT PENDIDIKAN MATEMATIKA Oleh: HASMIWATI 18709251023 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA PROGRAM PA...
-
FILSAFAT PENDIDIKAN MATEMATIKA Oleh: HASMIWATI 18709251023 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA PROGRAM PA...
-
Pertemuan pertama Pak Marsigit terlambat masuk. Pukul 07.50 WIB beliau masuk kelas. Posisi tempat duduk diminta melingkar. Diawali dengan ...
-
Nama : Hasmiwati NIM : 18709251023 Kelas : Pendidikan Matematika B 2018 A ctivity 1: Ideology of education ...
No comments:
Post a Comment